Semula, saya acuh tak acuh dengan yg namanya krisis global. Namun, begitu tahu bahwa krisis global saat ini lebih parah--lebih parah dari Great Depression/Depresi Besar tahun 1929. Apalagi didengung-dengungkannya bahwa kapitalisme adalah sumber dari krisis global ini. Wah, saya jadi tertarik, melihat Amerika Serikat yg begitu digdaya-nya, sekarang bisa dikatakan bangkrut. Negara-negara maju seperti Inggris, Jepang, dan Jerman, sudah seperti kebakaran jenggot. Sementara, China, India, serta Indonesia tetap bertahan melawan arus krisis yg gila itu. 
Lalu, bagaimana kapitalisme yg dibangga-banggakan Amerika Serikat bisa runtuh?
Diawali dari KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) G-20: sebuah organisasi beranggotakan negara maju dan berkembang, yg diadakan pada bulan November 2008 silam. KTT yg membahas tentang krisis global ini, dikecam karena tidak menghasilkan apa-apa---selain sebuah pertemuan besar.
Karena keadaan ekonomi dunia tidak menunjukkan perkembangan positif, diadakanlah KTT G-20 yg kedua, yaitu bulan April 2009. Sempat terhalang, karena Presiden Perancis, Nicholas Sarkozy, mengancam akan memboikot KTT bila tidak tercapai hasil yg diinginkan. Ditambah Kanselir Jerman, Angela Merkel, yg menyatakan akan memeriksa draf KTT sedetil-detilnya. Menambah keruwetan dunia yg sudah ruwet.KTT G-20 ini juga sempat memicu aksi demonstrasi di negara tuan rumah KTT, yaitu Inggris. Para demonstran memprotes diadakannya KTT G-20, karena selama ini yg diselamatkan adalah para konglomerat. Bukannya warga biasa yg pengangguran akibat krisis global. 

Gb. 1; Produk kapitalisme

Namun, hasil dari KTT G-20 ini justru menjadi terobosan di dalam perekonomian dunia. Negara-negara anggota G-20 menyetujui adanya pengetatan peraturan di sektor keuangan. Yang jelas-jelas bertentangan dengan kapitalisme/liberalisme yg menghendaki kebebasan yg seluas-luasnya. 

G-20 juga akan memberi sanksi bagi negara "surga pajak". Yang menjadi surga bagi dana-dana ilegal, konglomerat yg menghindar dari pajak, dll. Hasil KTT ini mendapat sambutan positif dari ahli-ahli ekonomi, karena merupakan awal keruntuhan kapitalisme. Ajaran yg semakin melebarkan jurang antara si kaya dan si miskin.