Itulah secuil kisah memilukan dari pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah dari tahun ke tahun. Kisah tsb. amat
kontras dengan kondisi siswa-siswa yg melaksanakan UAN secara normal. Beberapa media TV telah mengungkap berbagai kecurangan siswa peserta UAN dengan menyiarkan video rekaman di TV. Ada yg clingak-clinguk, ada yg diam-diam berkirim SMS, bahkan ada yg berani chit-chat antar bangku. Kredibilitas UAN sebagai penentu kelulusan kelulusan siswa semakin dipertanyakan, melihat terkuaknya kecurangan yg juga dilakukan oleh para "no awards heroes", guru. Yg lebih mencengangkan, tim pengawas independen juga kecipratan melakukan trik-intrik kotor. Padahal, tugas tim pengawas independen adalah mengawasi para guru yg menjadi pengawas (ga bingung kan...). Kedua tim pengawas, baik guru maupun independen, mempunyai "modus operandi" yg sama: menyebarkan kunci jawaban kepada siswa se-invisible mungkin.UAN---yg mulai tahun ini memakai "jasa" tim pengawas independen---banyak ditentang oleh kalangan pengamat pendidikan, khususnya yg prihatin dengan fakta-fakta mengenai UAN yg sudah saya jelaskan di atas. Mereka menilai, UAN menjadikan siswa sebagai mesin peninggi harkat dan martabat sekolah belaka. Dengan kata lain, UAN bukan lagi sebuah acuan, melainkan target. Pernah seorang bupati mengancam akan memutasi-kan seorang kepala sekolah jika sekolah tsb. tidak mampu meluluskan 100% siswanya. Ampun deh.
Dipercaya atau tidak, UAN telah menginterupsi KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) sehingga pembelajaran sekolah tingkat menengah praktis hanya efektif 2 tahun. Begitu siswa naik ke kelas 3, siswa bakal diguyur dengan latihan-latihan dan pembahasan soal UAN tahun terdahulu. Dengan dalih "fasilitas sekolah", latihan-latihan soal tsb. mem-brainwash siswa sehinggga pelajaran yg tidak di-UAN-kan dianggap tidak penting. Contoh, pelajaran agama, PKn/PMP, seni, TIK, dsb. Akibatnya, guru dari mata pelajaran tsb., bisa leyeh-leyeh. Apalagi menginjak semester 2, mereka bisa lebih total leyeh-leyeh-nya karena pemberian latihan-latihan soal juga lebih total. Tuh, profesionalisme guru akhirnya terkena dampaknya. Jadi, andakah yg termasuk setuju dengan UAN?


.jpg)














